Pages

 
Friday, February 15, 2013

Sekolah Pelaksana Kurikulum 2013 Ditetapkan

0 comments
Terkait rencana Pemerintah untuk mengimplementasikan kurikulum 2013, Wakil Presiden RI Boediono meminta agar pelaksanaannya jangan sampai molor karena bisa merugikan generasi muda. Beliau juga meminta agar implementasi kurikulum dilakukan secara bertahap. Demikian seperti disampaikannya dalam acara pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2013 di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan (Puspangtendik), Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Senin (11/2/2013).

Sementara itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menyampaikan, kurikulum 2013 mendapatkan respon positif dari para pelaku utama dunia pendidikan yaitu guru, kepala sekolah, pengawas, dan pengelola pendidikan. Sambutan baik, katanya, juga datang dari orang tua. Beliau juga yakin anggota Komisi X pada akhirnya memberikan pandangan yang sama. Oleh karena itu, ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kemdikbud untuk menyiapkan segala sesuatunya dengan lebih baik.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim menyampaikan bahwa sekolah-sekolah pelaksana kurikulum 2013 telah ditetapkan. Pada jenjang sekolah dasar (SD) sebanyak 44.609 sekolah dan pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) sebanyak 36.434 sekolah dengan jumlah siswa kelas VII sebanyak 3.250.717. Adapun pada jenjang sekolah menengah atas (SMA)sebanyak 11.535 sekolah dengan jumlah siswa kelas X sebanyak 1. 420.933, sedangkan sekolah menengah kejuruan (SMK) sebanyak 9.875 sekolah dengan jumlah siswa kelas X sebanyak 1.131.549.
(Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2013 di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan (Puspangtendik), Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Senin (11/2/2013)).

Musliar menyebutkan, kriteria penetapan sekolah meliputi mencakup semua wilayah provinsi dan kabupaten/kota, negeri dan swasta, ketersediaan guru dan sarana prasarana, serta status akreditasi. “Jadi tidak ada piloting. Semua kabupaten/kota harus melaksanakan kurikulum 2013,” katanya.

Penetapan sekolah negeri dan swasta dilakukan secara proporsional. Hal ini, kata Musliar, dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada semua sekolah. “Boleh diganti, tetapi jangan sampai menimbulkan kecemburuan kepada sekolah swasta andaikata mereka tidak mendapatkan,” katanya.

Setelah penetapan sekolah ini, kata Musliar, tim kurikulum 2013 akan menyiapkan buku kelas 1 SD sebanyak delapan tema dan buku kelas 4 SD sebanyak sembilan tema ditambah enam buku agama. Wamen meminta kepada dinas untuk mendata dan memberikan informasi agar pada saat mengirimkan buku agama bisa tepat sasaran dan tepat jumlah. “Satu tema akan diajarkan selama lebih kurang empat minggu,” katanya.

Kemudian, kata Musliar, masuk tema dua selama lebih kurang empat minggu juga, sehingga satu tahun anak kelas satu ini hanya mempelajari delapan tema tersebut. “Diajarkan secara terintegratif semuanya di dalam buku tema tersebut,” katanya.

Sumber :Kemdikbud



Read more...

Sekolah Diminta Selektif Perihal Bidikmisi

0 comments
Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof Dr Ravik Karsidi MS mengungkapkan, peran sekolah sangat penting dalam mengajukan siswanya. Sekolah diminta selektif dalam mengajukan siswanya sebagai calon penerima Beasiswa Bidikmisi. Sebab, penentu rekomendasi beasiswa tersebut adalah sekolah.

Ia menegaskan, sekolah harus melakukan kunjungan ke rumah siswa untuk memastikan bahwa anak itu layak diberi Beasiswa Bidikmisi atau tidak. Untuk mendapatkan beasiswa itu, siswa harus bisa menunjukkan dirinya berasal dari keluarga kurang mampu.

Persyaratan yang harus dilengkapi, seperti bukti pembayaran listrik, air, surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari kelurahan, jumlah tanggungan keluarga, slip gaji orang tua, dan bukti prestasi siswa yang ditunjukkan melalui rapor. Siswa juga harus lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013.

Saat ini, UNS telah mengajukan Beasiswa Bidikmisi kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) sebanyak 1.200 mahasiswa. Jumlah yang diajukan tersebut lebih banyak dibandingkan dengan kuota yang diterima UNS pada 2012, yakni 1.020 mahasiswa.

Jika kuota beasiswa tersebut belum terpenuhi, UNS akan memberikan kepada mahasiswa yang diterima lewat jalur tulis, yakni Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Jika belum terpenuhi lagi, beasiswa itu akan diberikan kepada mahasiswa yang lolos pada jalur Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi (UMBPT).

Koodinator pelaksana PDSS SMKN 2 Surakarta, Kasmadi, mengatakan saat ini sekolah juga fokus mendata siswa calon penerima Beasiswa Bidikmisi. Dia berencana mengajukan ratusan siswanya yang ikut SNMPTN dan tergolong kurang mampu. Setelah selesai mendata siswa, pihak sekolah akan memberikan pin untuk mendaftar SNMPTN 2013. Pendaftaran SNMPTN 2013 dimulai 1 Februari - 8 Maret 2013.

Sumber :Suara Merdeka


Read more...
Sunday, February 3, 2013

Sekolah di Indonesia Harus Berkualitas

0 comments
Pasca dicabutnya status Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) oleh Mahkamah Konstitusi (MK) muncul semangat agar tidak lagi ada jenis sekolah yang diskriminatif. Untuk itu, semua sekolah yang ada di Indonesia harusnya dibuat memiliki kualitas yang merata.

Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Lody Paat, mengatakan bahwa para pembuat kebijakan ini harus memahami sejarah yang ada di Indonesia. Sejak zaman penjajahan, pendidikan di Indonesia cukup diskriminatif dengan adanya perbedaan sekolah untuk bangsawan (priyayi, red.) dan kaum pribumi.

"Jangan sampai sejarah ini terulang kembali. Pemerintah lakukan saja delapan standar nasional. Sekolah unggulan itu tidak ada dalam Undang-undang," kata Lody, saat dihubungi, Kamis (10/1/2013).

Ia juga menegaskan bahwa jika ingin meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia maka pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak melakukan tebang pilih. Semua sekolah harus memiliki hak untuk dibantu dan diberi kemudahan untuk mendongkrak mutu pendidikannya. Tegasnya semua sekolah harus berkualitas. Tidak perlu ada label RSBI atau sekolah unggulan. Yang penting bagaimana memajukan mutu semua sekolah itu.

Selanjutnya, ia menjelaskan untuk menuju sekolah yang memiliki mutu baik sebenarnya yang harus diperhatikan adalah relasi guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Tanpa ada relasi yang baik maka ilmu yang hendak disampaikan tidak akan pernah terserap oleh siswa. Kemudian, guru juga harus memiliki kompetensi yang baik dan berwawasan luas.

"Selama ada relasi yang baik. Lalu didukung perpustakaan yang memadai dan memiliki laboratorium maka itu bermutu," jelas Lody.

Untuk itu, pemerintah semestinya paham dan mulai membagi dana pendidikan pada sekolah-sekolah yang membutuhkan bantuan untuk meningkatkan mutu. Umumnya sekolah-sekolah ini berada di daerah luar Jawa atau sekolah-sekolah yang berada di kota besar namun belum memenuhi standar.

Selasa siang, MK mengabulkan permohonan uji materi Pasal 50 Ayat 3 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas). Dengan dikabulkannya uji materi tersebut, RSBI dibubarkan oleh MK.

Dalam pembacaan amar putusan, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan, Pasal 50 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat. Dasar putusan MK, menurut Juru Bicara MK Akil Mochtar, bisa dibaca di berita Ini Alasan MK Batalkan Status RSBI/SBI.

Sumber : Kompas
Read more...
 
Schools Directory © 2011 - 2016 Blog BAN-PT & World Sharings. Supported by Info Online

Thanks for All friends